Senin, 15 Agustus 2016

Percakapan saat Menerima Tamu Asing


Pada 14.00 datang seorang tamu yang berbahasa Inggris (tidak bisa berbahasa Indonesia) yang ingin menemui Pak Ridwan.  Tamu tersebut belum mempunyai janji tapi dia datang dari  Amerika.  Kebetulan Pak Ridwan  sedang tidak sibuk, dan ketika Resepsionis menghubunginya melalui telepon ternyata beliau bersedia menemuinya.
***Tamu masuk ke ruang kantor***
Resepsionis     : Selamat Siang. Selamat datang di PT Maju Terus. Apakah ada yang bisa saya          
                          bantu? (sambal tersenyum ramah)
Tamu               : Excuse me, can I meet with Mr. Ridwan ?
Resepsionis     : Sorry, may I know your name? Whether you previously had an appointment with him?
Tamu               : I am Iqbal Faturahman, his friend from America. I don’t have appointment with him because I just arrived in Indonesia this morning.
Resepsionis     : Oh I see. Nice to meet you Mr. Iqbal. (sambil berjabat tangan dengan tamu).May I know there is a need of what you want to see Mr. Ridwan?
Tamu               : I would like to invite him to attend in my event tonight.
Resepsionis     : Well sir, for the completeness of our information, please fill the guest book that we provide. (sambil memberikan buku tamu kepada tamu untuk di isi).
Tamu               : Well I will fill it (mengisi buku tamu).
*** Tamu selesai mengisi buku tamu dan memberikannya ke Resepsionis***
Resepsionis     : Thank you. I'll call him in advance to inform about your arrival and asking for confirmation. Can you wait briefly in the guest chair
Tamu               : Of course I'll be waiting.
***Resepsionis menelepon Bapak Ir. Ridwan Kamil***
Resepsionis     : Selamat siang Pak. Saya ingin memberitahu Bapak bahwa ada seorang tamu dari Amerika namun sebelumnya beliau tidak mempunyai janji dengan Bapak. Apakah Bapak bersedia menemuinya?
Pimpinan         : Terimakasih atas informasinya. Boleh saya tahu, siapa nama tamu itu?
Resepsionis     : Bapak Iqbal Faturachman, ia mengatakan bahwa ia adalah teman bapak sewaktu di Amerika.
Pimpinan         : Oh iya saya mengenalinya. Tolong antarkan tamu saya ke ruangan saya segera.
Resepsionis     : Baik pak akan saya antarkan tamu Anda ke ruangan Anda sekarang.

*** Resepsionis menghampiri tamu dan bersedia mengantarnya ke ruangan Bapak Ridwan***

Resepsionis     : Mr. Ridwan, he is willing to meet you. Let me accompany you into his room. ( mempersilahkan tamu untuk mengikuti dan berjalan di sebelah kiri tamu)
Tamu               : Okey, thank you.
*** Resepsionis mengantarkan tamu sampai di depan pintu ruangan  Pak Ridwan. Membukakan pintu dan mempersilahkan tamu masuk ke ruangan Pak Ridwan.***
Pimpinan         : Mr. Iqbaaaal. Long time no see. How are you? (sambil berjabat tangan)
Tamu               : I am OK. I am glad to see u Mr. Ridwan.
Pimpinan         : I am glad to see you too. When you arrive in Indonesia?
Tamu               : I just arrived in Indonesia this morning. I would like to invite you to attend in my event tonight at my new restaurant. My wife build a restaurant near her home. And I would invite you to do business in the culinary field
Pimpinan         : I am very glad to hear it. I would like to attend. But please wait I'll check my schedule.(Bapak Ridwan mengecek jadwalnya)
                        I think I will attend your event tonight.
Tamu               : Well, I wait for your arrival. Thank you for willing to come to my event.
Pimpinan         : Yes, your welcome. (sambil berjabat tangan kembali). Thank you for coming to our office. See you tonight.

Sejarah Perkembangan Batik di Indonesia


Pengertian Batik
Secara etimologis, kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: amba, yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Batik adalah seni gambar di atas kain untuk pakaian yang dibuat dengan teknik resist menggunakan material lilin. “Batik dipahami sebagai karya seni rupa di atas kain melalui proses pewarnaan rintang, dengan lilin batik yang digunakan sebagai perintang” (Konsesus Nasional, 1996).
Hamzuri (2004:4) menegaskan bahwa batik merupakan gambar atau lukisan di atas kain mori melalui penggunaan canting. Lukisan pada batik dihasilkan melalui alat yang bernama canting. Canting sendiri terdiri dari ukuran yang beragam, yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis serta kehalusan titik ataupun garis yang hendak dibuat.

Peranan Batik di Indonesia
Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan kekayaan budaya yang harus dilestarikan serta dibudidayakan.  Batik juga merupakan salah satu solusi untuk menambah devisa negara melalui perdagangan industri kecil dan menengah.
Batik Indonesia diakui oleh dunia sebagai batik yang betul-betul sempurna keindahannya, baik mengenai desain maupun proses pembuatannya. Batik menjadi bagian dari 76 seni dan tradisi dari 27 negara yang diakui UNESCO dalam daftar warisan budaya tak benda (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) melalui keputusan komite 24 negara yang bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu.

Sejarah Perkembangan Batik
Ditinjau dari perkembangan, batik telah mulai dikenal sejak jaman Majapahit dan masa penyebaran Islam. Pada mulanya, batik hanya dibuat terbatas untuk kalangan keraton. Batik dikenakan oleh raja dan keluarga serta pengikutnya. Oleh para pengikutnya inilah kemudian batik dibawa keluar keraton dan berkembang di masyarakat hingga saat ini. Berdasarkan sejarahnya, periode perkembangannya batik dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1 Zaman Kerajaan Majapahit
Berdasarkan sejarah perkembangannya, batik telah berkembang sejak jaman Majapahit. Mojokerto merupakan pusat kerajaan Majapahit dimana batik telah dikenal pada saat itu. Tulung Agung merupakan kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah perkembangan batik. Pada waktu itu, Tulung Agung masih berupa rawa-rawa yang dikenal dengan nama Bonorowo, dikuasai oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk kepada Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit. Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di sekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung berhasil dikuasai oleh Majapahit. Kemudian banyak tentara yang tinggal di wilayah Bonorowo (Tulung Agung) dengan membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik. Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulung Agung banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Hal ini terjadi karena pada waktu clash tentara kolonial Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro, sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur di daerah Majan. Oleh karena itu, ciri khas batik Kalangbret dari Mojokerto hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.
2 Zaman Penyebaran Islam
Batoro Katong seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri. Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik pada saai itu masih terbatas dalam lingkungan keraton akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mengajarkan anak didiknya ilmu agama dan bidang-bidang kepamongan. Daerah perbatikan lama yang dapat dilihat sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut.
2.3.3        Batik Solo dan Yogyakarta
Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga kraton dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu. Pada saat upacara resmi kerajaan, keluarga kraton memakai pakaian kombinasi batik dan lurik. Melihat pakaian yang dikenakan keluarga kraton, rakyat tertarik dan meniru sehingga akhirnya batik keluar dari tembok kraton dan meluas di kalangan rakyat biasa.
Ketika masa penjajahan Belanda, dimana sering terjadi peperangan yang menyebabkan keluarga kerajaan yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulung Agung dan sebagainya maka membuat batik semakin dikenal di kalangan luas.
2.3.4        Batik di Wilayah Lain
Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja. Pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro, batik dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro yang sebagian besar menetap di daerah Banyumas. Batik Banyumas dikenal dengan motif dan warna khusus dan dikenal dengan batik Banyumas. Selain ke Banyumas, pengikut Pangeran Diponegoro juga ada yang menetap di Pekalongan dan mengembangkan batik di daerah Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo.
Selain di daerah Jawa Tengah, batik juga berkembang di Jawa Barat. Hal ini terjadi karena masyarakat dari Jawa Tengah merantau ke kota seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Daerah pembatikan di Tasikmalaya adalah Wurug, Sukapura, Mangunraja dan Manonjaya. Di daerah Cirebon batik mulai berkembang dari keraton dan mempunyai ciri khas tersendiri.

Jenis-jenis Batik
Jenis batik di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan cara pembuatannya dan motifnya. Berikut adalah jenis-jenis batik:
1        Jenis Batik berdasarkan Pembuatannya
a.      Batik Tulis
Batik tulis merupakan jenis batik spesial dan mahal dibanding batik yang lain, karena didalam pembuatan batik ini sangat diperlukan keahlian serta pengalaman, ketelitian, kesabaran, dan juga waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah batik tulis. Untuk sebuah batik tulis paling cepat dapat diselesaikan selama dua minggu oleh seorang pembatik, itupun dikarenakan cuaca yang cerah dan desain motif yang biasa dan juga tidak terlalu rumit.

b.       Batik Cetak
Batik cetak atau disebut juga dengan batik cap, merupakan proses pembatikan yang menggunakan cap atau alat cetak atau stempel yang terbuat dari tembaga dan pada cap tersebut telah terpola batik. Sehingga proses pembatikan cetak (cap) ini dapat jauh lebih cepat dan mudah. Untuk pengerjaan jenis batik ini dapat diproduksi secara banyak dan juga hanya diperlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan proses pembatikan ini.

c.        Batik Printing
Batik printing disebut juga dengan batik sablon, karena proses pembatikan jenis batik ini sangant mirip dengan proses penyablonan. Motif batik telah di buat dan desain diprint diatas alat offset/sablon, sehingga dapat sangat memudahkan pengerjaan batik khususnya pewarnaan dapat langsung dilakukan dengan alat ini

2. Jenis Batik berdasarkan Motif
a.  Batik Jlamprang

Motif batik jlamprang banyak diproduksi di Pekalongan. Sebagian besar berbentuk geometris dan kadang berbentuk bintang atau mata angin. Canting yang digunakan ujungnya berbentuk segi empat.

b. Batik Terang Bulan

Umumnya, desain batik ini hanya ada di bagian bawah, baik itu berupa lung-lungan atau berupa ornamen pasung, sementara bagian atasnya kosong atau berupa titik-titik. Batik terang bulan ini disebut juga gedong.

c.       Batik Cap Kombinasi Tulis

Proses pembentukan motif batik ini menggunakan batik cap dan batik tulis murni. Setelah diproses dengan canting cap, kain batik kembali ditulis dengan canting tangan untuk memperhalus motif. Proses ini biasanya dilakukan untuk mempercepat produksi batik dan keseragaman.

d.      Batik Tiga Negeri Pekalongan

Batik ini memiliki beberapa warna dalam satu kain, yaitu merah, biru dan soga yang semua dibuat di Pekalongan. Sejarahnya, proses pewarnaan ini perlu melibatkan tiga tempat, yaitu Lasem, Pekalongan,dan Solo. Untuk warna merah para pembatik harus ke wilayah Lasem, warna biru ke wilayah Pekalongan, sedangkan untuk mendapatkan warna soga (cokelat) pembatik harus ke wilayah Solo. Kerumitan yang tinggi inilah yang menjadikan Batik Tiga Negeri sebuah masterpeice Batik Nusantara.


e.       Batik Sogan Pekalongan

Batik sogan pekalongan melalui proses dua dua kali. Proses pertama, latar putih diberi coletan (teknik pewarnaan batik) dan untuk proses kedua, batik ditandai penuh atau berupa titik halus, baru setelah itu disoga (diberi warna cokelat). Karena warnanya, Batik Sogan Pekalongan terlihat klasik.


Upaya Penanggulangan Narkoba bagi Generasi Muda


Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Kita sebagai generasi muda dan komunitas masyarakat Indonesia harus cerdas dan tanggap dalam mengatasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Langkah awal yang bisa kita lakukan diantaranya dengan memperbanyak informasi mengenai bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba semisal membaca artikel-artikel tentang bahaya narkoba, berita-berita di media cetak maupun media elektronik bahkan lewat pameran-pameran yang sering di lakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Berikut ini beberapa tips bagi generasi muda serta masyarakat pada umumnya agar terbebas dari narkoba dan dalam rangka mendukung program nasional untuk menciptakan "Indonesia Bebas Narkoba 2015".
1. Tips menghindarkan diri dari narkoba :
·         Tingkatkan iman dan taqwa. Semua agama mengajarkan tentang kebaikan. Salah satu diantaranya adalah dengan menjauhkan diri dari barang haram yaitu narkoba, obat-obatan terlarang dan minuman keras. Dengan keimanan dan ketaqwaan yang bersumber dari diri pribadi, kita akan mampu menghindarkan diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
·         Siapkan diri dan mental untuk menolak apabila ditawari narkoba. Kemampuan diri dan mental dalam menghindari penyalahgunaan narkoba sejak dini bisa terbentuk mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari lingkungan yang baik akan timbul pribadi yang baik pula pada setiap individunya.
·         Hati-hati dalam memilih teman bergaul. Dalam pergaulan kita juga harus selektif dalam memilih teman. Kita pilih teman atau kelompok yang dapat meningkatkan pengetahuan kita dan yang menambah nilai positif bagi diri kita. Apalagi saat ini, pergaulan sudah dibilang "bebas", dalam arti tanpa ada batasan-batasannya. Padahal, pergaulan itu ada tata caranya. Pergaulan yang baik akan membentuk kita menjadi pribadi yang baik dan mampu menangkal penyalahgunaan narkoba.
·         Belajar berkata "Tidak" apabila ditawari dengan alasan yang tepat, kalau tidak mampu segera tinggalkan tempat itu.Apabila ada orang yang berusaha menawari kita barang haram (narkoba) dalam bentuk apapun, kita harus mengatakan "tidak" dengan alasan yang tepat. Jangan sampai menyinggung perasaan. Orang yang memakai narkoba biasanya akan berperangai beringas. Kalau tidak mampu segera tinggalkan saja tempat itu. Dan jangan sekali-kali untuk bertemu orang tersebut.Lebih baik menghindar.
·         Tingkatkan prestasi untuk mengejar cita-cita dan keinginan yang lebih mulia. Sebagai generasi muda, lebih baik meningkatkan prestasi untuk mengejar cita-cita dan keinginan mulia daripada menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Narkoba membuat hidup kita sia-sia. Sesal dikemudian hari yang akan kita dapat. Menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba, itu yang lebih utama.
·         Untuk mengisi waktu luang lakukan kegiatan yang positif. Banyak dari kita yang kebingungan dalam mengisi waktu luang. Terkadang kita berakhir pada pilihan yang salah yaitu pergaulan bebas. Padahal banyak kegiatan positif yang dapat kita lakukan. Misalnya dengan mengikuti kursus-kursus ketrampilan ataupun kegiatan berkebun.
2. Cara mengatakan "Tidak" pada narkoba :
·         Apabila di sekitar kita ada yang orang yang berusaha untuk menawari ataupun memberi kita secara cuma-cuma barang haram narkoba kita harus mampu menolaknya. Katakan "tidak", "maaf saya tidak tertarik","untuk satu ini maaf deh....aku tidak bisa".
·         Apabila orang tersebut terlihat beringas dan sekuat tenaga memaksa, tatap mata orang yang menawarkan narkoba tersebut, bersikap tenang dan cepat berlalu kemudian katakan "aku ada urusan lain","maaf aku harus pergi", "saya ada ujian besok dan saya harus belajar di rumah", "saya dalam perawatan dokter dan tidak boleh menggunakan obat lain tanpa anjuran dokter".
·         Gantilan topik pembicaraan, misalnya masalah olahraga, film, kesenian, dan lain-lain. Dengan beralih pembicaraan diharapkan orang tersebut akan merasa bahwa kita tidak tertarik dengan apa yang dia tawarkan.
·         Kalau tetap memaksa tinggalkan mereka. Langkah yang paling jitu adalah dengan meninggalkan tempat mereka dan tidak sekali-kali untuk mencoba narkoba.
3. Cara menghadapi teman yang ketergantungan narkoba :
·         Tetap berteman.
·         Jangan mencoba untuk ikut-ikutan.
·         Turut prihatin dan utarakan secara terbuka mengenai keprihatinan anda saat yang bersangkutan dalam keadaan tenang dan katakan bahwa anda peduli pada teman anda tersebut.
·         Jangan menuduh apalagi menghakimi yang akan membuat dirinya tersinggung.
·         Diskusikan mengapa teman anda tersebut sampai menggunakan narkoba.
·         Ingatkan bahwa kesembuhan tidak dapat dipaksakan, sehingga sebagai pecandu harus siap dan mau dibantu.
·         Tunjukkan kepedulian anda dengan siap membantu kapan saja jika teman anda membutuhkan bantuan atau nasihat anda untuk membangun dirinya.
·         Tumbuhkan kepercayaan diri pada teman anda tersebut dengan mengatakan bahwa teman anda tidak perlu menggunakan narkoba untuk menunjukkan kehebatannya.
·         Jelaskan akibat fatal dan resiko fatal mengkonsumsi narkoba.
·         Jangan membiarkan yang bersangkutan merokok atau menggunakan narkoba di depan anda.
·         Jangan emosional bila berargumentasi dengan pengguna.
·         Sarankan pengguna untuk minta bantuan ahli seperti dokter atau dibina di panti rehabilitasi.
·         Berikan pengertian kepada teman anda dengan pembicaraan-pembicaraan ringan yang isinya antara lain adalah bahwa kita harus menghargai tubuh kita sendiri sebagai ciptaan yang paling sempurna.
·         Yang terpenting adalah bahwa anda harus menunjukkan semua bantuan anda tersebur dengan tulus.
·         Lakukanlah semua bantuan anda dengan penuh rasa sayang, perhatian dan kasih kepada teman anda yang terlibat penyalahgunaan narkoba tersebut.
4. Bagaimana menolong teman yang sedang sakau :
·         Beberapa orang menggunakan air panas di dalam botol untuk menghilangkan sakit perut atau minimal untuk membuat pengguna sedikit lebih baik. Penggunaan air panas ini hanya sebagai pertolongan pertama untuk menghilangkan sakit perut atau untuk membuat si pengguna merasa sedikit lebih baik.
·         Jangan sekali-kali memberikan obat-obatan penghilang rasa sakit bagi si penderita. Pemberian obat-obatan penghilang rasa sakit sangat tidak dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat obat yang dikonsumsinya.
·         Pastikan bahwa ruangan yang tersedia untuk pengguna adalah tempat yang tenang dan nyaman. Ketenangan dan kenyamanan akan membuat pengguna merasa rileks dan mampu berfikir jernih. Keadaan ini akan membantu dalam pemulihannya.
·         Sediakan majalah untuk di baca atau televisi untuk dilihat atau radio untuk didengar bila pengguna tidak dapat tidur.Sebagai hiburan dapat juga disediakan majalah, televisi, atau radio. Dengan itu semua lama kelamaan pengguna akan dapat tidur tanpa konsumsi obat tidur.
·         Segera cari atau panggil tenaga profesional/dokter/terapis untuk membantu anda menolong teman anda tersebut.Pertolongan tenaga profesional/dokter/terapis sangat diperlukan oleh pengguna apabila dia sedang mengalami sakau.

Setelah mengetahui tips-tips agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba diharapkan kita mampu menjaga diri kita, keluarga kita, teman-teman kita dan yang lebih utama generasi muda penerus bangsa agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Contoh Resume dalam Bahasa Inggris


Report on Previewing 1



Tittle                : Essentials of English Grammar for Fluent English
Author             : Slamet Riyanto with Leila NH & Emilia NH
Publisher         : Pustaka Pelajar, Yogyakarta 2010
Pages              : 194 pages
Edition             : First edition
Code of book  : 425 RIY e V.I C-1
About the book           
The book is to help the students develop their skills in preparing their daily test, high school examination, or other tests. This book consist of three book. Book One deals with grammatical elements such as to be, noun, pronoun, adjective, adverb, preposition, conjunction, question, words, countable, and uncountable, etc. The specifications of this book are easy presentation, clear explanation and pratical drill.


Report on Previewing 2



 Tittle                : How to Write Fast Under Pressure
Author             : Philip Vassala
Publisher         : Amacom, USA 2010
Pages              : 195 pages
Editon              : -
Code of Book  : 808.06 VA S h C-2
About the book           
The Book is about how to write fast under pressure. This book offers an easy, efficient, and confidence-building process that will help you be more productive and stay on top of assigments-even under tight deadlines, interuptions, and breaks in concentration.
The book’s approach is based on the mnemonic DASH the four critical components most needed for writers working under pressure. There are Directions, Accularations, Strength, Health.

Report on Previewing 3




 Tittle                : The Power of Public Speaking
Author             : Charles Bonar Sirait
Publisher         : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2007
Pages              : 389 pages
Edition             : First Edition
Code of Book  : 808.51 SIR p C-2
About the Book           :
This book is about author’s experience in the world of entertaiment and professional in public speaking. The authors describe not just the things he does well, but also mistake ever done. This book is very important to increase knowledge about public speaking for the general public, those who are to pursue, or those who are already proficient.

Report on Previewing 4




Tittle                : BISNIS
Author             : Ricky W. Griffin and Ronald J. Ebert
Publisher         : Erlangga, Jakarta 2007
Pages              : 400 pages
Edition             : Eighth Edition
Code of Book  : 650 GRI V.1 b
About the Book           :
The book is a comprehensive guide on the main aspects in the business world. This book focuses the various change that occur from the standpoint of economic, social, and political overhaul business practice that had long existed. And the big themes, there are entrepreneurship and accountability to be a central of this book. Matter of this book is organized into five sections (1) modern business enviroment,(2) dynamic of management, (3) marketing principles, (4) operations and information managemet, (5) understanding of financial issues